Bupati Kulon Progo

Kunjungan Bupati Kulon Progo Ke Jonggrangan.

Mobil Layanan Kemanusiaan

Menjangkau Pelosok Untuk Membantu Masyarakat Yang Membutuhkan.

Berantas Buta Al Qur'an

Wujudkan Masyarakat Cinta Al Quran dengan Pengadaan Al Quran dan Pembinaan Rutin.

Teknologi Hydram

Pembangunan Sarana Air Bersih Dengan Hydram

Sinergi Dengan Pemerintah

Sinergi DPU Daarut Tauhiid, Masyarakat, dan Pemerintah untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Aktifitas Ibadah Masjid Nurul Hidayah

Sholat Lima Waktu Tetap Dijalankan Dalam Menjaga Aqidah.

Rumah Belajar

Anak-Anak Belajar Iqro' dan Pengetahuan Lain Di Rumah Belajar.

Ekonomi Warga

Warga Keseharian Membuat Gula Jawa Sebagai Salah Satu Tumpuan Ekonomi Warga.

Kebutuhan Air Bersih

Air Bersih Sangat Minim Dan Hanya Mengandalkan Sumber Mata Air Yang Jarak Cukup Jauh.

Lokasi Dusun Puser

Dusun Puser Banjararum Kalibawang Kulon Progo.

Renovasi Masjid

Program Renovasi Masjid Untuk Kampung Tauhiid Di Pantog Kulon dan Puser.

Beasiswa

Pemberian Beasiswa Kepada Anak-Anak di Wilayah Pantog Kulon dan Puser.

Pembinaan Warga

Program Pembinaan Warga Dari Sisi Keagamaan dan Ekonomi di Pantog Kulon dan Puser.

Program Non Fisik

Terbaru

Senin, 03 April 2017

Rumah Pak Saimin Terkena Longsor

Puser, 3 April 2017. Rumah bapak Saimin warga dusun Puser, salah satu Kampung Tauhid menjadi korban longsor. Kejadian bermula saat hujan deras disertai angin melanda dusun tersebut pada pukul 13.00 WIB. Saat itu rumah yang dihuni Pak Saimin beserta anak dan cucunya

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 2 siang setelah diguyur hujan selama satu jam. tebing setinggi -+ 5 meter di samping kanan rumah tiba-tiba longsor dan menimpa rumah Pak Saimin. Longsoran menimpa bagian dapur dan sebagian ruang utama. Beruntung pak Saimin sempat mendengar suara rontokan tanah dan suara gemuruh sehingga bisa menyelamatkan diri.

Akses menuju rumah yang curam, becek dan licin serta gelap saat malam mengakibatkan proses evakuasi rumah baru dapat dilaksanakan keesokkan harinya. Evakuasi dilakukan oleh warga setempat, satgas MTA serta relawan DPU DT Yogyakarta untuk membongkar dan memindahkan rumah ke tempat yang lebih aman. Selain itu DPU DT juga menyalurkan bantuan dana kepada keluarga korban.

Satu-Satunya Di DIY

KAMPUNG TAUHIID Kulonprogo 3 April 2017. Alhamdulillah program Air Bersih yang ada di dusun Jonggrangan Jatimulyo Girimulyo Kulonprogo telah selesai dengan penerima manfaat air bersih 138 rumah tangga, 1 Masjid, 8 Mushola, 1 Pasar, 2 sekolah dan 1 Puskesmas .

Program air selanjudnya  akan meluas ke 3 dusun sekitarnya yaitu dusun Sibolong ,dusun Beteng dan dusun Gendu.Unik dan menarik disini untuk pembayaran meteran air tidak menggunakan uang seperti biasanya yang ada dijogja, melainkan dengan kotoran kambing. Sehingga tuk mengolah kotoran kambing telah digulirkan  
1.Alat giling pupuk 
2.Karung pupuk 
3.Bak pregmentasi 
4.Dalam proses Gudang.

Kotoran kambing yang masih asli diolah dengan alat giling pupuk kemudian diendapkan dibak fermentasi sehingga jadi pupuk siap pakai. Bisa Didistribusikan kembali ke petani dan  permintaan di luar daerah

Rabu, 18 Januari 2017

DPU DT JOGJA LAKUKAN EKSPLORASI AIR BERSIH SIBUNTUNG

Explore Program Water Well Sibuntung
-Jonggrangan, Kulon Progo, Yogyakarta. Mengawali tahun 2017, DPU DT Yogyakarta melakukan kegiatan Explore Program Water Well Sibuntung. Setelah program pembangunan sarana air bersih “water well” dengan menggunakan teknologi hydran selesai dikerjakan di tahun 2016. Kini program tersebut berlanjut, dengan wilayah penyebaran yang semakin meluas. Tahun 2016 DPU DT Yogyakarta dengan dukungan para donator, serta semua pihak yang turut berkontribusi dalam program water well, Alhamdulillah telah berhasil menaikkan air setinggi 75 meter dengan jarak sekitar 3 kilo dengan lokasi program yang berada di ketinggian 750-800 mdpl. Program tersebut berhasil memenuhi kebutuhan air bersih sebanyak 148 titik, yang meliputi 3 Masjid & Mushola, 2 Sekolahan yakni SD & Madrasah Tsanawiyah, 1 Puskesmas, dan sisanya dalah rumah warga.
Program yang dikenal dengan nama “Hydran Jonggrangan” ini berada di Dusun Jonggrangan, Desa Jatimulyo Kec. Girimulyo Kab. Kulon Progo Yogyakarta. Dengan menggunakan teknologi hydran program water well ini sangat murah meriah dan mudah dalam perawatan. Cukup menggunakan tekanan air program ini tidak perlu membutuhkan listrik sehingga sangat ramah, mudah perawatan dan murah meriah tentunya. Sebagai fungsi managerial dan controlling program water well ini di kelola oleh kelompok pengelola air bersih binaan DPU Daarut
Tauhiid Yogyakarta dengan nama “Tirto Kencono”. Dengan management yang apik, program ini sama sekali tidak berbayar, bahkan mereka akan mendapatkan uang di periode waktu tertentu. Berawal dari banyaknya potensi alam yang melimpah di daerah sana, pengurus memiliki komitmen untuk bias juga memaksimalkan segala sumber daya alam yang ada sehingga bisa berdampak ekonomi tinggi dan berkeadilan. Sebagai salah satu contohnya misalkan, Pak Muhjaidi sebagai ketua kelompok pengelola air bersih “Tirto Kencono” menyampaikan “Jonggrangan adalah kawasan sentra Kambing PE/ Etawa yang terkenal di Yogyakarta Mas Yadi, hampir setiap rumah memiliki ternak Kambing Etawa, bahkan yang belum memelihara pun kemarin kita sudah programkan pemeliharaan kambing etawa, nah sementara ini kotorannya belum bias kita maksimalkan, rencananya nanti apara pemakai air bersih akan kami masukan sebagai anggota pemakai air bersih, dan kotoran hewannya akan kami kumpulkan untyuk selanjutnya kami olah menjadi pupuk organic yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga hasilnya akan mampu untuk membiayai program air bersih ini, kita sudah siapkan wadah yang siap sebagai kantong intil, mereka pakai airnya berapa sudah ada ukurannya, sisa dari biaya operasional air bersih tersebut akan menjadi SHU bagi para anggota, jadi masyarakat tidak perlu bayar malah nanti dapat uang. Ungkap Pak Muhjaidi yang sebagai inisiator program air bersih di kawasan pegunungan menoreh ini.
Menyikapi hal ini, DPU DT juga melihat ada potensi ekonomi yang tinggi disana, kedepan dengan system program yang terintegrasikan, dengan cakupan program 4 dusun dengan daerah yang cukup berdekatan, ada sebanyak 575 kepala keluarga atau jumlah jiwa sekitar 2000 orang, yang semuanya akan menjadi penerima manfaat air bersih. Berdasarkan kajian team Litbang Dpu dan informasi yang diterima dari para tokoh warga, rata-rata mereka mengeluarkan uang sebanyak sekitar 500 ribu rupiah untuk belanja konsumsi rumah tangga bulanan mereka. Dpu melihat ini potensi yang tidak sedikit, dengan jumlah belanja rata2 lima ratus ribu rupiah jumlah kk sebanyak 575 maka ada potensi perputaran uang sebanyak minimal 250 juta rupiah setiap bulannya, 1 milyar rupiah setiap catur wulan, dan ada potensi perputaran uang sebanyak 3 milyar setiap tahunnya, sungguh uang yang tidak sedikit sesungguhnya. Melalui program air bersih ini semoga akan mampu mewadahi segala potensi yang ada.

Kesemangatan para warga telah berdampak sangat positif. Dengan jumlah 7 RT (Rukun Warga) mereka setiap harinya bergantian untuk bekerja social, bergotong royong selama kurun waktu 2 tahun. Hasilnya program tersebut telah menjadi inspirasi bagi warga dusun sekitarnya yang sama sama berada di Pegunungan Menoreh Kulon Progo dengan kondisi sama-sama mengalami kesulitan air bersih. Sebanyak 3 Dusun tambahan yakni Sibolong, Gendu, & Mbenteng kini telah mengikuti jejak langkah para warga Jonggrangan. Tahun 2017 rencananya kembali DPU Daarut Tauhiid Yogyakarta akan menggulirkan program pembangunan sarana air bersih “water well” di tiga dusun tersebut. Tepatnya hari Selasa kemarin team program DPU DT telah mengadakan musyawarah dengan para tokoh masyarakat dan perwakilan warga untuk membahas program tersebut kedepan. Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan explore mata air Sibuntung yang melibatkan beberapa warga local. Mata air Sibuntung ini berada di bawah pegunungan menoreh dusun Jonggrangan daerah perbatasan Desa Jatimulyo dan Purwosari. Dengan ketinggian yang semakin dalam dan jarak yang lebih jauh namun mat air ini memiliki debit air yang lebih tinggi, segingga harapannya akan mampu mencukupi kebutuhan air di tiga dusun berikutnya. 

Dalam perjalanan pulang kami melewati salah satu rumah warga yang berada di daerah tertinggi dan berkesempatan mampir. Adalah beliau Ibu samini yang hidup bersama Mbah Ponem dengan kondisi rumah yang sangat sederhana terbuat dari kayu, suaminya baru 100 hari meninggal dunia, memiliki satu orang anak yang juga tinggal bersamanya dengan bekerja secara melaju dari rumahnya Kulon Progo menuju daerah Sleman Yogykara. Ibu ponem telah terbiasa berjuang dengan berjalan kaki jauh turun ke dasar bawah untuk sekedar mengambil air bersih yang ia gunakan sebagai konsumsi harian. Bahkan beliau menyampaikan telah mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk membeli paralon, iuran, namun masih tetap saja air bersih masih sulit ia dapatkan. Setelah kami menyampaikan agenda yang baru saja dilakukan, nampak air mata yang mengharukan, seolah ia memiliki harapan baru bahwa kedepan beliau akan lebih mudah mendapatkan air bersih. Mbah pun memberi do’a pada kami semoag dilancarkan aktivitasnya, semangat, dan program air bersih bisa segera sampai di rumahnya. Aamiin, Insya Alloh, Biidznillah..

By: Riyadi Suryana










 
Lihat Selengkapnya

Program Fisik

Kajian Islam

Copyright © 2014 Kampung Tauhiid